Headlines News :
Home » » Asal Muasal Kata Bogor

Asal Muasal Kata Bogor

Written By bogorgeulis redaksi on Jumat, 07 September 2012 | 22.16



Bogor telah menjadi wilayah besar dan terkenal diantara daerah lain di nusantara. Bukan saja dari sumberdaya alam, sejarah, tetapi juga pertumbuhan sosial dan ekonominya. Apalagi Kota Bogor, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat.
Kota ini terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Dahulu luasnya 21,56 km², namun kini telah berkembang menjadi 118,50 km² dan jumlah penduduknya 834.000 jiwa (2003). Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Namun tahukah anda asal muasal kata “Bogor”?
Untuk mengetahui itu kita harus menilik dari beberapa sumber. Pertama, dari buku “Sejarah Bogor” yang ditulis oleh Saleh Danasasmita (1983). Menurut buku tersebut, terdapat beberapa pen­dapat mengenai asal nama  Bogor. Pendapat pertama mengatakan, Bogor berasal dari patung sapi yang ada di dalam Kebun Raya Bogor, dimana kata lain untuk sapi adalah “baghar” atau “bagar”. Namun, karena pengaruh kebudayaan Arab saat itu maka bunyi “Ba” oleh lidah orang Sunda dibaca menjadi “Bo”. Nama Bogor sendiri telah ada sebelum Kebun Raya dibuat, sedangkan patung sapi itu didatangkan dari kolam kuno Kota Batu yang dipin­dahkan ke dalam Kebun Raya oleh Dr. Freideriech pada pertengahan abad ke-19.
Kedua, ini yang lebih banyak dibicarakan. Lagi-lagi kata Bogor berasal salah ucap lidah orang Sunda. Yaitu, yang kurang dapat fasih untuk mengucapkan kata "Buitenzorg" yang menjadi nama resmi Bogor pada masa penjajahan Belanda. Buitenzorg sendiri berarti "tanpa kecemasan" atau "aman tenteram". Dugaan Buitenzorg menjadi Bogor terlalu dikira-kira, karena berdasarkan gejala bahasa seperti “buis” (pipa) menjadi “bes”, dan “borg” menjadi “boreh”. Maka orang Sunda awam yang asing dengan lafal Belanda harus mengucapkan kata Buitenzorg menjadi "Betensoreh" bukan Bogor.
Ketiga, kata Bogor ditinjau dari aspek keakraban bunyi, antara “bokor” dengan “bogor”. Artinya, perubahan bunyi "K" menjadi "G" tanpa menimbulkan perubahan arti dapat saja terjadi. Bokor sendiri adalah sejenis bakul.
Keempat, kata Bogor mengungkapkan sesuatu yang mencakup semua yang mempunyai hubungan dengan pohon Enau (aren), dalam bahasa Sunda berarti tunggul kawung. Ini dikuatkan oleh Roorda Van Eysinga, yang mengatakan Bogor berarti pohon-pohon aren yang telah mati atau mengering. Pendapat ini ditemukan dalam pantun yang berjudul "Ngadegna Dayeuh Pajajaran".
Memang dari data-data di atas belum ada kepastian asal muasal kata Bogor yang pasti. Jadi, masih butuh penelitian sejarah  yang lebih mendalam. 
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2012-2020. New Bogor Geulis - All Rights Reserved