Headlines News :
Home » » Kampung Eksistensi Sunda

Kampung Eksistensi Sunda

Written By bogorgeulis redaksi on Jumat, 07 September 2012 | 22.31

bogorgeulis.com Diramainya hingar-bingar peradaban modern, di salah satu sudut wilayah Bogor, tepatnya di Kampung Menteng, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, masih terdapat kearifan lokal budaya Sunda. Namanya Kampung Budaya Sindangbarang, yang Berjarak hanya 5 km kota Bogor. 


Berdasarkan sumber naskah “Pantun Bogor” dan “Babad Pajajaran”, kampung budaya ini merupakan kampung tertua untuk wilayah kota dan kabupaten Bogor. Dan jika merunut Pantun Bogor, Sindangbarang diperkirakan sudah ada sejak jaman Kerajaan Sunda (abad 12). Artinya, disinilah dahulu terdapat suatu Kerajaan Bawahan bernama Sindangbarang dengan ibukotanya Kutabarang. 

Nama Sindangbarnag sendiri telah dikenal dan tercatat dalam babad pakuan / pajajaran sebagai salah satu daerah penting kerajaan sunda dan pajajaran. Hal ini disebabkan di sindangbarang terdapat salah satu keraton kerajaan tempat tinggalnya salah satu istri dari prabu Siliwangi yang bernama Dewi Kentring Manik Mayang Sunda. Sedangkan penguasa sindangbarang saat itu adalah Surabima Panjiwirajaya atau Amuk Murugul. Bahkan Putra Prabu Siliwangi dan Kentring manik mayang sunda yang bernama Guru Gantangan lahir dan dibesarkan di Sindangbarang.  

Kampung budaya ini berdiri di areal 8600 meter persegi. Memasuki areal perkampungan yang sesungguhnya hanya sepetak dengan tanda jalan yang tidak terlalu besar. Dan ketika kita tiba, kita akan melihat sebuah rumah besar, atau disebut imah gede yang menjadi bangunan utama  dan bermukimnya ketua adat. terdapat 28 bangunan dengan arsitektur khas Sunda. Disini juga terdapat banyak cagar alam yang dilindungi pemerintah. Cagar alam yang ditawarkan di Kampung Budaya Sindangbarang (KBS) antara lain taman Sri Baginda, mata air Jalatunda, bukit kecil berundak-undak, punden Majusi, punden Surawisesa, punden Leuweung Karamat, batu tapak, menhir, serta beberapa dolmen. 

Cagar budaya alam itu tertata rapi serta dilindungi dan terdapat ditengah perkampungan penduduk, persawahan, atau lahan yang dikeramatkan. Selain peninggalan tersebut, Kampung Budaya Sindangbarang (KBS) juga kerap menggelar tradisi adat setempat yang menjadi daya tarik wisata, yakni Seren Taun. Di sini juga ada 78 lokasi situs sejarah Pakuan Sindangbarang.  

Lokasi ini benar-benar sangat cocok untuk tempat wisata sekaligus berkenalan dengan budaya Sunda. Kampung Budaya Sindangbarang tidak hanya menawarkan budaya, namun juga keseharian masyarakat setempat. Di samping itu juga ada kesenian khas Sunda seperti seruling, atau angklung. 

Selain imah gede, di kampung sunda ini kita juga bisa menemukan imah girang serat (sekretariat adat), saung tali (tempat pertunjukan), bale pangriungan (balai pertemuan), imah pesanggrahan (wisma tamu), imah panengan (rumah tinggal aparat adat bidang pemerintahan), imah panggiwa (aparat adat bidang kesejahteraan masyarakat), enam leuit (lumbung padi) dan lesung indung (tempat menumbuk padi). 

Kegiatan Wisata Budaya yang diselenggarakan di Kampung Budaya Sindangbarang adalah murni dilakukan sepenuhnya oleh para kokolot Kampung Budaya dalam rangka mencari biaya pemeliharaan rumah-rumah adat yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bogor.


foto:sindangbarang.com
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2012-2020. New Bogor Geulis - All Rights Reserved